Simbol Pemerataan Pembangunan, Ini Poin-poin Gibran Soal IKN dalam Debat Cawapres

- Penulis

Sabtu, 23 Desember 2023 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, memastikan dirinya bersama dengan capres Prabowo Subianto akan melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Gibran menegaskan bahwa IKN menjadi lambang atau simbol upaya pemerataan pembangunan di Indonesia.

Hal ini di sampaikan oleh Gibran saat berlangsungnya debat calon wakil presiden (cawapres) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Jumat (22/12/2023) malam mengenai pemerataan pembangunan Indonesia. Berikut ini beberapa poin pernyataan Gibran soal IKN:

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. IKN sebagai simbol pemerataan pembangunan

Gibran menyatakan bahwa pemerataan pembangunan Indonesia adalah suatu kewajiban. Saat ini, investasi di luar Pulau Jawa sudah mencapai 53 persen.

“Pemerataan pembangunan Indonesia terutama pembangunan IKN juga menjadi simbol pemerataan ekonomi di Indonesia,” ujar Gibran.

Gibran menyatakan pemerataan pembangunan di Indonesia termasuk pembangunan IKN akan membuka akses, sekaligus meningkatkan konektivitas dan menciptakan lapangan kerja yang baru bagi negara Indonesia. Gibran Rakabuming Raka juga menjelaskan mengenai IKN yang tidak hanya terfokus pada pembangunan pemerintahan saja.

“Pembangunan IKN yang berkelanjutan dapat membuka titik pertumbuhan perekonomian baru di Indonesia, Sehingga IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan pemerintahan,” jelas Gibran.

 

2. Banyak yang gagal paham soal pembiayaan IKN

Gibran juga menyebut banyak pihak yang salah kaprah dengan pembangunan IKN yang dinilai menghabiskan anggaran negara. Padahal, pemerintah telah memanfaatkan investasi dari swasta dan luar negeri untuk membangun IKN.

“IKN banyak yang gagal paham. Tidak 100% pembangunan IKN itu menggunakan APBN. Yang digunakan hanya 20%, sisanya adalah investasi dari swasta dan investasi dari luar negeri. Ini yang banyak gagal paham,” kata Gibran saat debat cawapres tersebut.

Baca Juga :  Lautan Manusia Warnai Jalan Sehat Bareng Cawapres Gibran Di Makassar, Korps Nusantara: Lawan Ketar Ketir

Selain pemanfaatan APBN, kata Gibran, pembangunan infrastuktur fisik seperti IKN bisa dilakukan melalui skema kolaborasi, misalnya dengan sektor swasta.

“Jadi tidak semuanya harus dibebani APBN. PR kita ke depan, kita harus bisa menambah penerimaan negara. Untuk itu, kami paslon nomor 2 akan membentuk badan penerimaan negara yang dikomandoi langsung oleh presiden, sehingga, nanti ketika berkoordinasi dengan kementerian-kementerian ini bisa lebih luwes,” kata Gibran.

“Kita ingin menaikkan rasio pajak, penerimaan negara nanti kita bisa gunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan lain-lain,” tambah Wali Kota Solo ini.

 

3. Sindir inkonsistensi Cak Imin soal IKN

Gibran juga mengkritik keras cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin. Menurut Gibran, Cak Imin tidak konsisten dengan pembangunan IKN hanya karena kepentingan Pilpres 2024.

“Saya ingat sekali Gus Muhaimin dahulu sempat ikut meresmikan dan potong tumpeng di IKN. Ini bagaimana, enggak konsisten. Dahulu dukung, sekarang enggak dukung, karena menjadi wakilnya Pak Anies yang mengusung perubahan,” tutur Gibran.

Gibran menegaskan, pembangunan IKN bukanlah sekadar pembangunan fisik melainkan juga simbol pemerataan pembangunan. “Sekali lagi Gus, mohon maaf, IKN bukan membangun bangunan pemerintah, tetapi simbol transformasi pembangunan di Indonesia,” kata Gibran.

 

4. Jawab telak Mahfud MD soal investor IKN

Gibran juga menjawab tudingan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD yang menyatakan bahwa investasi IKN masih sepi. Gibran pun balik membalas dan menyebut bahwa saat ini sudah ada beberapa investor yang sudah masuk seperti yakni group Agung Sedayu dan Mayapada.

“Untuk menanggapi Prof Mahfud, setelah pulang debat mungkin bisa di-Google, sudah banyak yang masuk, Mayapada, Agung Sedayu dan nanti akan tambah lagi, mungkin setelah pilpres karena mereka pasti akan wait and see akan melihat stabilitas politik di Indonesia, terima kasih Prof,” ungkap Gibran.

Baca Juga :  Gibran Borong Sagu dan Bagikan Buku saat Blusukan ke Pasar di Jayapura

Sebagai informasi, saat ini sudah ada beberapa investor yang sudah masuk ke IKN, salah satunya dilakukan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

IIF mengatakan pihaknya telah menandatangani memorandum of understandings (MoU) dengan PT Bina Karya (Persero) pada Kamis, 9 November 2023. Ruang lingkup kerjasamanya meliputi pendanaan, perencanaan, pembangunan, pengembangan pengoperasian dan komersialisasi wilayah IKN.

IIF juga telah mengamankan MoU dengan rumah sakit milik Grup Tahir PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melalui bisnis Mayapada Healthcare Group. IIF memberi fasilitas pendanaan berjangka sebesar Rp 500 miliar pada Rabu (27/9/2023) lalu.

Pendanaan tersebut salah satunya digunakan untuk pembangunan rumah sakit kedua yang akan dibangun di Ibu Kota Negara Nusantara, yaitu Rumah Sakit Mayapada Hospital Nusantara.

Selain itu, konsorsium investor IKN yang dikepalai Agung Sedayu Group (ASG) menanamkan modal sebesar Rp 20 triliun di IKN. Ia pun meyakini kehadiran kumpulan investor kelas kakap ini bakal membuat IKN semakin ramai peminat. Sebelumnya konsorsium ini diberitakan bakal melakukan pembangunan mal, hotel, hingga perkantoran.

Di balik konsorsium ASG ini ada nama-nama investor kakap, antara lain Agung Sedayu Group (Sugianto Kusuma), Salim Group (Anthony Salim), Sinarmas Group (Franky Wijaya), Pulau Intan (Pui Sudarto), Grup Djarum (Budi Hartono), Wings Group (William Katuari), Adaro Group (TP Rahmat/Boy Thohir), Barito Pacific (Prajogo Pangestu), Mulia Group (Eka Tjandranegara), dan Grup Astra (Soeryadjaya).

Follow WhatsApp Channel Patriotdesa.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Penulis : Yustinus Patris Paat

Editor : DIN

Sumber Berita : Beritasatu.com

Berita Terkait

Gibran Buka Suara Soal IPK & Nilai Ijazah yang Dicibir Netizen
Janji Gibran soal Stiker Prabowo-Gibran di Kemasan Beras Bulog
Gibran Borong Sagu dan Bagikan Buku saat Blusukan ke Pasar di Jayapura
Prabowo Bangga dengan Performa Gibran saat Debat: Kembali Tunjukkan Kapasitas dan Kemampuan
Bendahara Umum Nasdem Unggah Foto Bareng Gibran Sebulan Jelang Coblosan, Ada Apa?
Wow! Cawapres Gibran Rakabuming Raka Banjir Dukungan Perempuan
Bawaslu Jember Minta Acara Selawat yang Dihadiri Gibran Ditunda
Gibran: Tidak Perlu Fitnah Dibalas dengan Fitnah!

Berita Terkait

Sabtu, 9 Maret 2024 - 12:37 WIB

Dede Yusuf Dianggap Pemimpin Potensial Jawa Barat 1

Sabtu, 9 Maret 2024 - 11:33 WIB

Hasil Resmi KPU: Prabowo-Gibran Dominasi Jabar, Berikut Detailnya Baca artikel CNN Indonesia

Jumat, 1 Maret 2024 - 11:12 WIB

Komentar Bank Dunia soal Program Makan Siang Gratis Prabowo

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:13 WIB

ETOS: PDIP, PKS, dan Gerindra Masuk 3 Besar Partai yang Lolos Parliamentary Threshold

Kamis, 25 Januari 2024 - 14:07 WIB

Kubu Prabowo-Gibran Bela Jokowi soal Presiden Boleh Kampanye, Sebut Sesuai UU tapi…

Kamis, 25 Januari 2024 - 12:37 WIB

TKN Prabowo-Gibran Nilai Jokowi Masih Netral

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:20 WIB

Cerita Erick Thohir, Alumni AS, dan Dukungan ke Prabowo-Gibran

Rabu, 17 Januari 2024 - 12:54 WIB

Survei IPS: Prabowo-Gibran 51,8% Anies-Imin 21,3%, Ganjar-Mahfud 19,2%

Berita Terbaru

Prabowo

Prabowo ke Macron: C’est un Grand Honneur Pour Moi

Sabtu, 9 Mar 2024 - 12:56 WIB

Opini

Dede Yusuf Dianggap Pemimpin Potensial Jawa Barat 1

Sabtu, 9 Mar 2024 - 12:37 WIB