Kubu Prabowo-Gibran Bela Jokowi soal Presiden Boleh Kampanye, Sebut Sesuai UU tapi…

- Penulis

Kamis, 25 Januari 2024 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman membela Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pernyataan bahwa presiden hingga menteri boleh berkampanye.

Habiburokhman bahkan mengungkit dukungan yang diberikan Barack Obama saat masih Presiden Amerika kepada salah satu calon presiden (capres), yakni Hillary Clinton di pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 2016.

Hal tersebut disampaikan Habiburokhman dalam program Satu Meja, seperti disiarkan Kompas TV, Rabu (24/1/2024) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, Habiburokhman mengatakan, tidak ada masalah sekali untuk presiden berkampanye, sekalipun anaknya ikut dalam kontestasi pilpres.

“Jadi dalam konteks konstitusi, undang-undang (UU) maupun etika, tidak ada masalah sama sekali presiden untuk berkampanye, bagi anaknya sekali pun,” ujar Habiburokhman.

“Bahkan, konstitusi kita Pasal 7 memungkinkan presiden untuk maju kedua kalinya sebagai petahana. Artinya, kalau kita substansi abusive of power, siapa yang paling powerful? Presiden.

Baca Juga :  Polling Pembaca Bisnis: Prabowo-Gibran Unggul, Ganjar-Mahfud, Anies-Cak Imin Bersaing Ketat

Kalau dia maju lagi, tentu potensi abuse of power terbesar. Ketimbang kalau yang maju hanya anaknya atau orang yang dia dukung. Nah itu di konstitusi,

” katanya lagi. Habiburokhman mengatakan, jika mengacu pada UU, presiden bukan termasuk ke dalam jabatan yang dilarang untuk ikut kampanye.

Dia mengungkapkan, yang dilarang berkampanye adalah TNI, Polri, hingga Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Lalu, di UU, mulai di Pasal 280 Ayat 2, di mana presiden sebagai pejabat politik yang menduduki jabatannya dari proses politik, memang lah tidak termasuk pejabat yang dilarang untuk ikut dalam proses kampanye tersebut,” ujar Habiburokhman.

Habiburokhman menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi presiden untuk berkampanye dari sisi konstitusi, UU, maupun etika.

Dia mengatakan, UU memproteksi agar bagaimana kampanye jangan sampai menggunakan fasilitas negara. “Yang kedua, enggak kalah penting, itu di 281 ya, harus cuti.

Baca Juga :  Punya Mimpi Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia, Prabowo Janji Bangun Banyak Akademi Sepakbola

Tapi yang paling penting di 45 ayat 7 bahwa presiden dilarang menggunakan kewenangannya atau tindakannya sebagai presiden untuk menguntungkan salah satu atau merugikan salah satu paslon. Saya pikir ini jelas,” terangnya.

Kemudian, Habiburokhman mengungkit proses demokrasi di Amerika Serikat. Dia mengatakan, Presiden Amerika seperti George Bush atau Barack Obama juga mendukung capres tertentu dalam pilpres.

“Dan praktik kalau kita mengacu ke negara demokrasi lain, misalnya ke AS, George Bush, waktu itu dia mendukung (John) McCain ketika melawan (Barack) Obama. Delapan tahun kemudian, Obama jelas-jelas ikut kampanye mendukung Hillary (Clinton) melawan (Donald) Trump,” kata Habiburokhman.

“Artinya apa? Persoalannya bukan boleh kampanye atau tidak. Tapi, boleh menggunakan kewenangannya untuk kepentingan subjektif atau tidak. Itu yang sama-sama kita kawal. Kita punya Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” ujarnya lagi.

Follow WhatsApp Channel Patriotdesa.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Penulis : Adhyasta dirgantara

Editor : Novianti

Sumber Berita : Kompas

Berita Terkait

Dede Yusuf Dianggap Pemimpin Potensial Jawa Barat 1
Hasil Resmi KPU: Prabowo-Gibran Dominasi Jabar, Berikut Detailnya Baca artikel CNN Indonesia
ETOS : Hak Angket Buang-Buang Energi Saja
Komentar Bank Dunia soal Program Makan Siang Gratis Prabowo
ETOS: PDIP, PKS, dan Gerindra Masuk 3 Besar Partai yang Lolos Parliamentary Threshold
TKN Prabowo-Gibran Nilai Jokowi Masih Netral
Cerita Erick Thohir, Alumni AS, dan Dukungan ke Prabowo-Gibran
Survei IPS: Prabowo-Gibran 51,8% Anies-Imin 21,3%, Ganjar-Mahfud 19,2%
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Maret 2024 - 12:37 WIB

Dede Yusuf Dianggap Pemimpin Potensial Jawa Barat 1

Sabtu, 9 Maret 2024 - 11:33 WIB

Hasil Resmi KPU: Prabowo-Gibran Dominasi Jabar, Berikut Detailnya Baca artikel CNN Indonesia

Jumat, 1 Maret 2024 - 11:12 WIB

Komentar Bank Dunia soal Program Makan Siang Gratis Prabowo

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:13 WIB

ETOS: PDIP, PKS, dan Gerindra Masuk 3 Besar Partai yang Lolos Parliamentary Threshold

Kamis, 25 Januari 2024 - 14:07 WIB

Kubu Prabowo-Gibran Bela Jokowi soal Presiden Boleh Kampanye, Sebut Sesuai UU tapi…

Kamis, 25 Januari 2024 - 12:37 WIB

TKN Prabowo-Gibran Nilai Jokowi Masih Netral

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:20 WIB

Cerita Erick Thohir, Alumni AS, dan Dukungan ke Prabowo-Gibran

Rabu, 17 Januari 2024 - 12:54 WIB

Survei IPS: Prabowo-Gibran 51,8% Anies-Imin 21,3%, Ganjar-Mahfud 19,2%

Berita Terbaru

Prabowo

Prabowo ke Macron: C’est un Grand Honneur Pour Moi

Sabtu, 9 Mar 2024 - 12:56 WIB

Opini

Dede Yusuf Dianggap Pemimpin Potensial Jawa Barat 1

Sabtu, 9 Mar 2024 - 12:37 WIB